ORGANISASI DAN MANAJEMEN
·
BENTUK ORGANISASI
1. Organisasi Garis
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling
sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu
organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta
spesialisasi kerja belum tinggi.
2. Organisasi Garis
dan Staf
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan
mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyakOrganisasi
ini juga mencakup kelompok-kelompok orang yang berpengaruh dalam menjalankan
organisasi
3. Organisasi
Fungsional
organisasi ini tidak terlalu menekankan pada
hirakhi struktural tetapi lebih pada sifat dan macam fungsi yang perlu
dijalankan. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya
dapat dibedakan dengan jelas.
4.
Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu
saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.
A. Bentuk Koperasi Menurut HANEL
Merupakan bentuk koperasi / organisasi yang tanpa
memperhatikan bentuk hukum dan dapat didefinisikan dengan pengertian hukum.
·
Suatu sistem sosial ekonomi atau sosial teknik
yang terbuka dan berorientas pada tujuan
·
Sub sistem koperasi :
1. Individu
(pemilik dan konsumen akhir)
2. Pengusaha
Perorangan/kelompok ( pemasok /supplier)
3. Badan
Usaha yang melayani anggota dan masyarakat
B. Bentuk Koperasi Menurut Ropke
Koperasi merupakan bentuk organisasi bisnis yang
para anggotanya adalah juga pelanggar utama dari perusahaan tersebut.
• Identifikasi Ciri Khusus
- Kumpulan sejumlah individu dengan tujuan yang sama (kelompok koperasi)
- Kelompok usaha untuk perbaikan kondisi sosial ekonomi (swadaya kelompok koperasi)
- Pemanfaatan koperasi secara bersama oleh anggota (perusahaan koperasi)
- Koperasi bertugas untuk menunjang kebutuhan para anggotanya (penyediaan barang dan jasa)
- Anggota Koperasi
- Badan Usaha Koperasi
- Organisasi Koperasi
Merupakan suatu susunan tanggung jawab para
anggotanya yang melalui hubungan dan kerjasama dalam organisasi perusahaan
tersebut.
• Bentuk : Rapat Anggota, Pengurus, Pengelola dan Pengawas• Rapat Anggota,
• Wadah anggota untuk mengambil keputusan
• Pemegang Kekuasaan Tertinggi, dengan tugas :
·
HIRARKI DAN TANGGUNG JAWAB
- Pengurus:
·
Mengelola koperasi dan usahanya
·
Mengajukan rancangan Rencana kerja, budget dan
belanja koperasi
·
Menyelenggaran Rapat Anggota
·
Mengajukan laporan keuangan & pertanggung
jawaban
·
Maintenance daftar anggota dan
pengurus
·
Wewenang
·
Mewakili koperasi di dalam & luar pengadilan
·
Meningkatkan peran koperasi
2.
Pengelola
Karyawan / Pegawai yang diberikan kuasa &
wewenang oleh pengurus untuk mengembangkan usaha dengan efisien &
professional, Hubungannya dengan pengurus bersifat kontrak kerja, dan dapat
diangkat serta diberhentikan oleh pengurus.
- Pengawas
Perangkat organisasi yang dipilih dari anggota
dan diberi mandat untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya organisasi &
usaha koperasi
·
POLA MANAJEMEN
Koperasi membutuhkan pola manajemen yang baik
agar tujuan koperasi tercapai dengan efisien. Hal yang membedakan manajemen
koperasi dengan manajemen umum adalah terletak pada unsur-unsur manajemen
koperasi yaitu rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Adapun tugas
masing-masing dapat diperinci sebagai berikut : Rapat anggota bertugas untuk
menetapkan anggaran dasar, membuat kebijaksanaan umum,
mengangkat/memberhentikan pengurus dan pengawas. Pengurus koperasi bertugas
memimpin koperasi dan usaha koperasi sedangkan Pengawas tugasnya mengawasi
jalannya koperasi.. Di bawah ini akan dibahas mengenai beberapa pola
manajemen koperasi yang nantinya akan membantu koperasi tersebut dalam mencapai
tujuannya :
a. Perencanaan
Perencanaan merupakan proses dasar manajemen.
Dalam perencanaan manajer memutuskan apa yang harus dilakukan, kapan harus
dilakukan, bagaimana melakukan dan siapa yang harus melakukan. etiap
organisasi memerlukan perencanaan. Perencanaan yang baik adalah perencanaan
yang fleksibel, sebab perencanaan akan berbeda dalam situasi dan kondisi yang
berubah-ubah di waktu yang akan datang
b. Pengorganisasian dan Struktur
Organisasi
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk
merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi
tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan
organisasi dapat dicapai secara efisien. Pelaksanaan proses pengorganisasian
akan mencerminkan struktur organisasi yang mencakup beberapa aspek penting
seperti:
1. Pembagian kerja,2. Departementasi,
3. Bagan organisasi,
4. Rantai perintah dan kesatuan perintah,
5. Tingkat hierarki manajemen, dan
6. Saluran komunikasi dan sebagainya.
c. Pengarahan
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang sangat
penting. Supaya kepentingan yang berbeda-beda tersebut tidak saling bertabrakan
satu sama lain, maka pimpinan perusahaan harus dapat mengarahkannya untuk
mencapai tujuan perusahaan.
d. Pengawasan
Pengawasan adalah suatu usaha sistematik untuk
membuat semua kegiatan perusahaan sesuai dengan rencana. Proses pengawasan
dapat dilakukan dengan melalui beberapa tahap, yaitu menetapkan standar,
membandingkan kegiatan yang dilaksanakan dengan standar yang sudah ditetapkan,
mengukur penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, kemudian mengambil tindakan
koreksi apabila diperlukan. Setiap perusahaan mengadakan pengawasan dengan
tujuan agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan.
SUMBER:- http://luffybersahabat.blog.com/2011/01/19/bentuk-bentuk-organisasi/
- http://tyo-web.faa.im/bentuk-bentuk-organisasi-2.xhtml
- http://echadarmaputri.wordpress.com/2010/12/20/hirarki-tanggung-jawab-pengurus-pengelola-dan-pengawas/
- http://eko87kurnia.multiply.com/journal/item/8
- http://yanhasiholan.wordpress.com/2011/10/10/organisasi-dan-manajemen/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar