ANGGARAN PENDAPATAN DAN
BELANJA NEGARA (APBN)
APBN adalah suatu daftar atau
penjelasan terperinci mengenai penerimaan dan pengeluaran negara dalam jangka
waktu satu tahun yang ditetapkan dengan Undang-undang, serta dilaksanakan
secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
I. PERKEMBANGAN DANA PEMBANGUNAN INDONESIA
secara
gari besar APBN terdiri dari pospos seperti dibawah ini :
·
Dari sisi penerimaan, terdiri dari pos penerimaan dalam negeri dan
penerimaan pembangunan
·
Dari sisi pengeluaran terdiri dari pos pengeluaran rutin dan pengeluaran
pembangunan
APBN disusun agar pengalokasian dana pembangunan dapar berjalan
dengan memperhatikan prinsip berimbang dan dinamis. Hal tersebut perlu
diperhatikan mengingat tabungan pemerintah yang berasal dari selisih antara
penerimaan dalam negeri dengan pengeluaran rutin, belum sepenuhnya menutupi
kebutuhan biaya pembangunan Indonesia.
II.
PROSES PENYUSUNAN
ANGGARAN
Proses
penyusunan mempunyai empat tujuan , yaitu:
1)
Membantu pemerintah mencapai tujuan fiscal dan meningkatkan koordinasi
antar bagian dalam lingkungan pemerintah.
2)
Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan
jasa public melalui proses pemprioritasan.
3)
Memungkinkan bagi pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja.
4)
Meningkatkan transdparansi dan pertanggungjawaban pemerintah DPR/DPRD dan
masyarakat luas.
Factor
dominan yang terdapat dalam proses penganggaran adalah:
a)
Tujuan dan target yang hendak dicapai.
b)
Ketersediaan sumber daya (factor-faktor produksi yang dimiliki
pemerintah).
c)
Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan target.
d)
Factor-faktor lain yang mempengaruhi anggaran, seperti: munculnya
peraturan pemerintah yang baru, fluktuasi pasar, perubahan social dan
politik, bencana alam, dan sebagainya.
III. PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA
Secara
keseluruhan sumber penerimaan negara bersumber dari :
1)
Penerimaan dalan negeri, yang terdiri dari :
·
pajak penghasilan (minyak dan gas, non minyak dan gas)
·
pajak pertambahan nilai
·
pajak bumi dan bangunan
·
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangun (BPHTB)
·
Pajak Lainnya
·
Pajak Perdagangan Internasional
·
Bea Masuk
·
Pajak/Pengutan Ekspor
·
Penerimaan Bukan Pajak
·
Penerimaan Sumber Daya Alam (minyak bumi, gas alam, pertambangan umum,
kehutanan, perikanan)
·
Bagian Laba BUMN
·
PNPB Lainnya
2)
Penerimaan luar negeri
Penerimaan dari luar negeri dapat dihasilkan dari investasi atau modal
proyek ataupun pinjaman keluar negeri. Bisa juga didapatkan dari ekspor barang
ataupun dari visa para tourist yang datang ke Indonesia.
IV. PERKIRAAN PENGELUARAN
Pengeluaran Negara merupakan pengeluaran untuk membiayai kebutuhan maupun
kegiatan-kegiatan pada suatu Negara demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Pengeluaran
Negara dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1.
Pengeluaran rutin merupakan pengeluaran yang selalu ada dan telah
terencana sebelumnya. Pengeluaran rutin ini meliputi :
-
Pengeluaran untuk belanja pegawai
-
Pengeluaran untuk belanja barang
-
Pengeluaran untuk subsidi daerah otonom
-
Pengeluaran untuk membayar bunga dan cicilan hutang
- Dan
juga pengeluaran lain-lain
2.
Pengeluaran pembangunan Merupakan semua pengeluaran negara untuk
membiayai proyek-proyek pembangunan.
Yang
termasuk pengeluaran pembangunan diantaranya ialah :
-
Pengeluaran pembangunan untuk berbagai departemen atau lembaga Negara.
-
Pengeluaran pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah
- Dan
juga pengeluaran pembangunan lain-lain
Inilah
beberapa sektor perekonomian yang umumnya terpengaruh oleh besar atau kecilnya
pengeluaran negara, antara lain :
-
Sektor produksi
-
Sektor distribusi
-
Sektor konsumsi masyarakat
-
Sektor keseimbangan perekonomian
Jenis –
jenis pengeluaran Negara menurut sifatnya meliputi :
1.
PENGELUARAN INVESTASI
Pengeluaran yang ditujukan untuk menambah kekuatan dan ketahanan ekonomi
di masa datang.
2.
PENGELUARAN PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA
Pengeluaran untuk menciptakan lapangan kerja, serta memicu peningkatan kegiatan
perekonomian masyarakat.
3.
PENGELUARAN KESEJAHTERAAN RAKYAT
Pengeluaran yang mempunyai pengaruh langsung terhadap kesejahteraan
masyarakat
4.
PENGELUARAN PENGHEMATAN MASA DEPAN
Pengeluaran yang tidak memberikan manfaat langsung bagi negara, namun
bila dikeluarkan saat ini akan mengurangi pengeluaran pemerintah yang lebih
besar di masa yang akan datang
5.
PENGELUARAN YANG TIDAK PRODUKTIF
Pengeluaran yang tidak memberikan manfaat secara langsung kepada
masyarakat, namun diperlukan oleh pemerintah
V. DASAR PERHITUNGAN PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA
Untuk
memperoleh hasil perkiraan penerimaan Negara,ada beberapa hal pokok yang harus
diperhatikan.Hal-hal tersebut adalah:
Penerimaan
Dalam Negeri dari Migas,
Faktor-faktor
yang dipertimbangkan adalah :
Ø Produksi
minyak rata-rata per hari
Ø Harga
rata-rata ekspor minyak mentah
Penerimaan
Dalam Negeri diluar Migas
Faktor-faktor
yang dipertimbangkan adalah :
Ø Pajak
penghasilan
Ø Pajak
pertambahan nilai
Ø Bea
masuk
Ø Cukai
Ø Pajak
ekspor
Ø Pajak
bumi dan bangunan
Ø Bea
materai
Ø Pajak
lainnya
Ø Penerimaan
bukan pajak
Ø Penerimaan dari hasil penjualan BBM
sumber
:
http://ichsandscofield.blogspot.com/2011/05/perkembangan-dana-pembangunan-di.html
http://desthi-m.blogspot.com/2010/01/proses-penyusunan-anggaran_01.html
http://sarahlistiarakhma.wordpress.com/2011/05/17/perkiraan-penerimaan-negara/